BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI BAGI PIMPINAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)

Tantangan penyuluhan pertanian ke depan semakin kompleks diantaranya adalah bagaimana pendampingan kelembagaan petani untuk menghasilkan produksi yang meningkat dan berdaya saing di era revolusi industry 4.0. untuk itu penyuluh pertanian harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta modernisasi pertanian. BPP sebagai kelembagaan penyluhan pertanian terdepan harus mampu melayani kebutuhan kelembagaan petani secara cepat  dan tepat waktu sesuai kebutuhan baik dengan on line service/digital service dan berperan untuk memberikan : 1) edukasi yang cukup bagi kembagaan petani agar dapat memajukan sector pertanian di era revolusi industry 4.0. 2) Bimbingan kelembagaan ekonomi petani satu korporasi untuk merancang manajemen usahatani berbasis TIK.

Atas dasar pemikiran tersebut, BPPSDMP Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis  Manajemen Informasi Dan Teknologi Bagi Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Hotel Innside Yogyakarta pada Selasa (24/09/2019). Peserta Bimbingan teknis dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak diwakili oleh Kelompok Jabatan Fungsional (Jabfung), Dicky Andika.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) Dr. Ir Leli Nuryati, M.Sc dalam sambutannya menyatakan Era industry 4.0 tentunya tidak bisa terhindarkan lagi. Untuk itu diperlukan kesiapan sumberdaya manusia yaitu petani dan penyuluh yang rumah kerjanya BPP.

“BPP mempunyai peran strategis mampu mengkoordinasikan, mensinergikan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian pada Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian di Kecamatan dengan pihak terkait dengan melengkapi prasarana dan sarana penyuluhan, meningkatkan pelayanan kepada petani, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyuluh pertanian baik aspek manajerial maupun sosio cultural serta menguasai keterampilan dan menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.” Tambah Leli Nuryati.

Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Informasi Dan Teknologi Bagi Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berlangsung selama 2 hari dari Hari Selasa sampai dengan Kamis tanggal 26 September 2019, dan menghasilkan sejumlah rumusan penting sebagai berikut :

  1. Simluhtan selain Stranas KPK juga merupakan hasil trilateral meeting dari kementrian Keuangan RI, Badan perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementan, hal itu pula yang menjadi dasar dilakukannya Verval Data Simluhtan untuk seluruh Propinsi .
  2. Hasil dari trilateral meeting maka Simluhtan menjadi basic data pertanian sebadai dasar realisasi program di lingkup Kementan, menjadi sangant penting untuk menjamin validitas dan update data Kementrian Pertanian.
  3. Membangun dan mengembangkan Simluhtan, agar setiap saat data terverifikasi dan tervalidasi melalui perbaikan dukungan saraba Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  4. BPP sebagai kelembagaan penyuluhan pertanian di kecamatan mempunyaitugas dan fungsi yang tidak mungkin dikerjakan lembaga lain di Kecamatan. Selain itu, fungsi BPP tetap mengawal program pembangunan pertanian di Kecamatan.
  5. Kepala BPP seorang Koordinator/Manager yang bisa memimpin organisasi, menjalani dan mengendalikan organisasi, mengembangkan organisasi, mengatasi masalah organisasi, menumbuhkan kepercayaan, meningkatkan rasa tanggungjawab, mengevaluasi kegiatan kegiatan organisasi, menggali dan mengembangkan SDM.
  6. Peranan pengelola BPP dalam korporasi dilakukan dengan cara mengubah mindset/cara pikir petani mengarah pada usahatani berwawasan agribisnis, sehingga menjadi petani milenial, petani berdasi, dan menjadikan petani pengusaha/entrepreneurship.
  7. Penguatan kapasitas BPP dilakukan melalui a) meningkatkan kapasitas pemahaman dan wawasan penyuluh pendamping serta petani dalam menuju korporasi, b) memperkuat prasarana dan sarana pendukung agar dapat mempercepat pelayanan berbasis teknologi informasi, c) memanfaatkan peluang pasar sehingga petani mendapatkan harga yang menguntungkan.
  8. Arah pengembangan kelembagaan petani adalah korporasi petani dengan mengkonsolidasikan berbagai Instansi dan Lembaga terlibat dalam membangun petani dan pengembangan inovasinya.
  9. Kriteria penyuluh kedepan harus memiliki jiwa mandiri, professional, berdaya saing dan memiliki kemampuan entrepreneurship dengan peran penyuluh pertanian harus mampu : a) Menfasilitasi terbentuknya lembaga ekonomi dan bisnis, b) Menjadi mediator kemitraan usaha, c) Membangun jaringan bisnis petani dan mitra usaha, d) Meningkatkan kemampuan mmanajerial petani dan e) Menfasilitasi diseminasi inovasi dengan Teknologi dan Informasi.
  10. Karakteristik dan penciri utama penyuluh milenial , yaitu a) Adaptif terhadap perubahan dan masuknya arus teknologi (open minded), b) Gadget Minded, c) Creatif dan Inovatif, d) selalu Mencari tau, e) Tidak menunggu tapi mencari, f) Meningkatkan pengetahuan dan skill, g) Mampu menyebarkan teknologi Informasi dan h) Berjiwa entrepreneur dan menjadi entrepreneur.
  11. Menumbuhkan wirausaha petani, melalui : a) Berbasis ilmu dalam melakukan usahatani, b) Inovatif dan Kreatif, c) Strategi dalam menjalankan usahatani, d) Niat yang kuat, e) Usahatani berbasis Iptek.
  12. Informasi yang disampaikan penyuluh pertanian melalui media cetak dan online harus berdasarkan pada kebutuhan petani karena itu penyuluh harus menguasai cara menulis. Menulis berarti berkomunikasi dengan pembaca lewat bahasa tulis dengan merangkai fakta- fakta yeng terkumpul ke dalam susunan kalimat. Pesan yang disampaikan berupa informasi, gagasan, pemikiran, dan ajakan.
  13. Agar tulisan dapat dimengerti oleh pembaca, maka tulisan harus : a) menggunakan kalimat yang ringkas dan jelas, b) Menggunakan kalimat pendek, c) Menyusun kalimat sesuai dengan tata bahasa, d) Menyusun kalimat berkesinambungan dan menggunakan tanda baca yang betul, e) Judul yang menarik agar pembaca penasaran, f) Membuat lead dengan kalimat pendek tdak bertele – tele.
  14. Dalam rangka memberikan pelayan yang cepat dan tepat kepada petani dan masyarakat pedesaan di Jawa Barat, Jarkomluhdes dikembangkan dengan menggunakan system aplikasi yang berbasis website. Manfaatnya antara lain :
  15. Masyarakat melek IT.
  16. Bisa melakukan penyuluhan dengan jaringan jarkomluhtan.
  17. Menarik minat generasi muda
  18. Bisa untuk mengakses informasi, pasar, dll
  19. Bertukar pikiran antara posluhdes : dan sebagainya.
  20. Penyuluhan diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian, oleh karena itu BPP harus ditingkatkan kapasitasnya, untuk itu diperlukan sarana, prasarana, inprastruktur yang memadai, maupun data yang lengkap agar tercipta BPP sebagai :
  21. Pusat Koordinasi dan sinkronisasi pembangunan pertanian
  22. Pusat Pembelajaran pertanian
  23. Pusat konsultasi agribisnis
  24. Pusat pengembangan kemitraan usaha pertanian
  25. Pusat data dan informasi Pertanian dapat diwujudkan

Kepala Bidang Penyuluhan, Pasca Panen dan Pemasaran, Denny Iskandar, STP, M.Si dalam keterangannya ditempat terpisah menyampaikan akan terus memotivasi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Lebak agar dapat mengikuti perkembangan di era industry 4.0 ini, dan mendorong setiap PPL untuk melek teknologi, memanfaatkan media social dengan bijak khususnya untuk menyebarkan informasi – informasi yang bermanfaat bagi para petani. “mudah – mudahan dikemudian hari, Balai Penyuluhan Pertanian dan petani dapat melaksanakan penyuluhan via teleconference misalnya, sehingga alasan jarak tempuh ke lokasi petani, dan alasan – alasan lainnya dapat teratasi. Dan semoga mulai tahun 2020 BPP berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat terwujud di Kabupaten Lebak” Tandasnya. (DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI BAGI PIMPINAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)"