FOCUS GROUP DISCUSSION MILENIAL AGRICULTURE FORUM (MAF) I IMPLENTASI CLOSE LOOP DALAM MEMPERBAIKI SUPPLY CHAIN KOMODITAS PERTANIAN

Pada hari Rabu (06/5/2020) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Zoom Meeting Focus Group Discussion Milenial Agriculture Forum (MAF) I Implentasi Close Loop Dalam Memperbaiki Supply Chain Komoditas Pertanian dipimpin oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, DR. Idha Widi Arsanti, SP, MP. Adapun Narasumber utama adalah dari Ketua Kompertemen Hortikultura Kamar Dagang Indonesia, Karen Tambayong. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak dalam FGD tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pasca Panen dan Pemasaran, Denny Iskandar, STP, M.Si.

DR. Idha Widi Arsanti, SP,MP menyampaikan bahwa  Ditengah Kondisi Pandemi COVID 19 ketersediaan pangan bagi masyarakat harus tetap bisa dipenuhi kebutuhannya. Sebelum Pandemi COVID 19 sudah ada upaya upaya inisiasi untuk mempertemukan Antara para petani milenial (perusahaan start up) dengan kostratani untuk mengatasi permasalahan yang ada diataranya di lapangan ketika sedang panen raya tapi kesulitan distribusi, harga jatuh dan sebagainya. Salah satu skema yang ditawarkan oleh KADIN adalah skema Close Loop atau pasar tertutup. Stake Holder yang terlibat dalam mewujudkan Close loop Hortikultura untuk memotong supply chain sengaja diundang dalam Zoom meeting ini untuk sama sama berbagi solusi permasalahan di lapangan

Kadin Indonesia menawarkan gagasan konsep kemitraan dengan petani, nelayan dan peternak yang disebut closed loop atau mata rantai tertutup dan terintegrasi. Pada sistem closed loop, stakeholder akan dilibatkan secara aktif melalui koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti perusahaan, perbankan, asuransi, dan kooperasi. Tujuan dari gagasan closed loop yang ditawarkan Kadin Indonesia, tak lain adalah salah satu upaya membantu meningkatkan jaminan kecukupan pangan bagi penduduk khususnya penduduk Indonesia. Ringkasnya, petani, peternak, dan nelayan menjadi bagian dari program kemitraan. Alurnya industri mitra akan menyerap hasil produk pertanian sebagaimana yang berjalan di industri kelapa sawit. Perbankan akan mem-back up pendanaan mitra yang membeli barang dari petani (off taker). Perbankan juga mendukung koperasi memberikan pendampingan petani dengan bunga murah, lalu koperasi membantu mengupayakan pencairan kredit dan peningkatan kualitas SDM. Salah satu skema kemitraan adalah closed-loop atau rantai kemitraan terintegrasi yang menghubungkan petani, koperasi, perusahaan selaku pembeli atau penyerap komoditas pangan, serta perbankan sekaligus penjamin pendanaan.

Salah satu pembicara dari Presiden Milenial PT. Pupuk Kujang Rizaril Frisandy menyebutkan bahwa Pertanian Pangan dan Hortikultura di indonesia masih menghadapi “masalah” yang disebabkan dinataranya Infrastruktur yang belum memadai, buruknya kualitas budidaya, pengangan pasca panen, permodalan dan supali (pasokan) yang tidak konsisten. Apa yg dilakukan dalam program close loop membangun sinergi dari hulu sampai hilir

Peran strategis PT Pupuk Kujang dalam Program Close Loop adalah mulai dari Pengambilan sampel tanah dan mengolah sample di Laboratorium sehingga dapat diidentifikasi Pupuk dan teknologi yang dibutuhkan, bantuan permodalan yang dibutuhkan petani dan pendampingan dari hulu sampai hilir.

Semua itu dilakukan untuk memastikan produk hasil pertanian terserap baik oleh pasar local, ekspor, industry olahan, pasar modern dan pasar online.

Marketing Communication Manager PT. EAST WEST SEED Indonesia (EWINDO) (Cap Panah Merah) Retha Amanda Dotulong menyatakan bahwa PT EWINDO telah berdiri 30 tahun melayani petani indonesia, didukung oleh 1.000 orang karyawan putra dan putri Indonesia. PT EWINDO telah melakukan riset untuk menemukan benih unggul dan bermitra dengan lebih dari 17.000 petani produksi dan 70.000 tenaga kerja pollinator mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Lampung. Produk benih EWINDO telah digunakan oleh 7 juta petani sayuran Indonesia dan memproduksi lebih dari 50 varietas benih berkualitas tinggi. PT. EWINDO focus memproduksi benih untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia.

PT EWINDO berusaha Membuat benih sesuai permintaan pasar yaitu pasar Petani (Farmer) dan pasar Pedagang (Trader). Permintaan Farmer diantaranya adalah produk yang berproduksi tinggi, mempunyai keunggulan karakter dan tahan penyakit. Serta bisa masuk ke Industri Pengolahan Makanan (Food Industry) dengan baik. Permintaan Trader diantaranya mudah dibawa (transportability) dan tahan lama (storability). Sedangkan di Konsumen akhir adalah produk yang berkualitas, rasa yang enak, bergizi dan mempunyai masa simpan yang baik.

Peran EWINDO dalam Close Loop Antara lain :

  • Menciptakan benih berdasarkan permintaan pasar : produksi tinggi dan tahan penyakit
  • Benih 3 – 5% dari seluruh produksi namun menentukan keberhasilan produksi
  • Kegiatan terintegari : melakukan penelitian, memproduksi, memasarkan, melakukan pendampingan dan membantu membuka pasar
  • Melakukan kerjasam / kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukunhg supply chain (misalnya dengan PUPUK KUJANG, Paskomnas, Universitas untuk mendorong gerakan urban farming
  • Membentuk Petani Muda Panah Merah
  • Khusus Close Loop : melakukan piloting demplot di beberapa lokasi (bandung Barat, Kuningan, Jogja dan lain lain)

Rio Parnado dari PT Ranco menyatakan Close Loop adalah system Pasar tertutup antara Koorporasi Petani, Pasar, industry, Pembiayaan, mitra strategis, dan infrastruktur pendukung.

Pendekatan Penjualan (Sales) ada 2 jenis yaitu Pendekatan Mayoritas Petani (Sell what you can make) dan pendekayan Close Loop Agribusiness (Make what you can sell). PT RANCO telah menjadi “jembatan timbang” Antara Pasar dan petani. PT Ranko telah melakukan hal sebagai berikut dalam close loop agribusiness :

  • Data collection dan analisa berupa komoditi favorit, tren harga pasar, analisa BEP, trend an proyeksi pasar
  • Melakukan assessment kesesuaian lokasi dan komoditi
  • Melakukan budidaya dengan GAP, berdasarkan jenis komoditi, pola dan waktu tanam serta volume yang disepakati
  • Pendampingan teknis dan pemberdayaan
  • Menyiapkan infrastruktur pemdukung pembiayaan
  • Menjadi Offtaker : pembiayaan parsial
  • Melakukan pickup dan dilevery

PT RANKO dalam Close loop agribusiness ini ingin mencapai “Precision Agriculture” yaitu produk pertanian yang sampai ke pasar dengan tepat waktu (on time), tepat kualitas (on quality) dan tepat jumlah (on quantity) sehingga dapat menghasilkan pasokan stabil dan kontinyu, tercipta keseimbangan harga yang baik untuk produsen dan konsumen.

            Soekam Parwadi dari Paskomnas dan ahli rantai pasok memberikan paparan Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, adalah group perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan jaringan Pasar Induk. Bertujuan mengembangkan jalur distribusi nasional komoditi pangan yang berkesinambungan dari sentra produksi hingga pusat distribusi. Infrastruktur utama Paskomnas berupa pasar induk berposisi di kota besar, yang berfungsi sebagai media dalam pembentukan harga secara nasional.

Setelah paparan tentang apa yang sudah berjalan dan dicapai dalam menginisiasi Close Loop Agribisnis Hortikultura, dilanjutakan dengan sesi diskusi diantaranya yang berkesempatan berbicara adalah Banun Harpini, W Sri Sutari (Akademisi Bali), Rahmat Yogi DPM Jatim, Susanto P3S Nganjuk, Diyah DPM Malang, Bambang S Polbangtan Malang. (DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "FOCUS GROUP DISCUSSION MILENIAL AGRICULTURE FORUM (MAF) I IMPLENTASI CLOSE LOOP DALAM MEMPERBAIKI SUPPLY CHAIN KOMODITAS PERTANIAN"