WORKSHOP RENCANA AKSI PILOT PROJECT PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG BERBASIS KOORPORASI PETANI

                                                                 Gambar: Pertemuan Rencana Aksi

Pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kabupaten Lebak terus berupaya untuk meningkatan produksi hasil pertanian khususnya produksi tanaman pangan untuk mencapai target swasembada pangan padi, jagung dan kedelai (PAJALE) di Indonesia. Berdasarkan data dan realitas menunjukkan adanya peningkatan produksi hasil pertanian yang cukup menggembirakan sesuai dengan tekad dan proyeksi pemerintah, namun belum menunjukan perkembangan yang paralel dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Hal ini disebabkan karena keuntungan dari peningkatan produksi pertanian sebagian besar baru dirasakan oleh pedagang perantara dan pemodal besar yang melakukan investasi ke sector pertanian. Kenaikan harga komoditas pertanian tidak dirasakan keuntungannya oleh para petani sebagai produsen.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Pusat berencana memperkuat kelembagaan kelompok petani menjadi korporasi petani. Hal ini dilakukan guna melindungi petani sebagai produsen utama bahan pangan dan meningkatkan keuntungan petani. Ditambahkan juga bahwa dengan besarnya jumlah petani saat ini sangat diperlukan kelembagaan petani yang profesional. Konsep ini dengan mengumpulkan petani ke dalam sebuah kelompok besar dan membentuknya menjadi korporasi dengan kelembagaan yang kuat akan membuat industri pertanian lebih baik dan terorganisasi. Pasalnya para petani padi yang tergabung di dalam korporasi itu nantinya tidak hanya berkutat dengan proses produksi, tetapi juga akan memegang proses pengolahan, pengepakan, bahkan pemasaran. Dengan proses seperti ini, diharapkan pendapatan petani akan meningkat, kesejahteraan mereka juga terangkat karena semua dikerjakan dari hulu sampai hilir sehingga semua nilai tambah yang muncul akan diterima petani.

Pemerintah pusat menyatakan pentingnya petani diberi pemahaman tentang “Social-enterpreneurship” atau Koorporasi petani. Hal ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, yang diharapkan dapat : 1). Memperbaiki pembagian margin keuntungan, 2). Meningkatkan efisiensi dalam proses produksi (mengurangi pengeluaran, menambah keuntungan),   3). Mengembangkan diversifikasi produk dan usaha, 4). Memberi nilai tambah produk pertanian (komodifikasi produk pertanian).

Dalam rangka mengembangkan “Koorporasi Petani”, Pemerintah Pusat mulai tahun 2018 telah mengalokasikan anggaran untuk membuat Pilot Project Pengembangan Kawasan Pertanian berbasis Koorporasi Petani. Salah satu lokasi Pilot Project tersebut adalah Kabupaten Lebak.

Kabupaten Lebak terpilih untuk menjadi lokasi Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Berbasis Koorporasi Petani tepatnya di Kecamatan Gunungkencana. Luas areal kawasan jagung yang dipersiapkan adalah 1.000 hektar.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Berbasis Koorporasi Petani di Kabupaten Lebak, pada tanggal 4 April 2018 bertempat di Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana, dilaksanakan pertemuan lanjutan Penyusunan Matrik Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Jagung di Kabupaten Lebak.

Pada pertemuan tersebut, dihadiri oleh Tim Pelaksana Pilot Project Pengembangan Kawasan jagung

Berbasis Koorporasi Petani dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang merupakan gabungan dari Direktorat Tanaman Pangan dan Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, para Ketua Poktan / LMDH yang diusulkan untuk menjadi Koorporasi Petani Pengembangan Kawasan Jagung di Kabupaten Lebak.

Hasil dari pertemuan tersebut, diharapkan Jadwal tanam jagung seluas 1.000 ha sudah dapat dilaksanakan pada bulan April 2018.

 

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "WORKSHOP RENCANA AKSI PILOT PROJECT PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG BERBASIS KOORPORASI PETANI"