PELATIHAN MANAJEMEN AGRIBISNIS BAGI PETANI MILENIAL MENDUKUNG KOSTRATANI

Pembangunan pertanian tidak cukup hanya bicara inovasi, sarana dan prasarana, termasuk kebijakan peraturan perundangan. Yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan SDM, sehingga mampu mengimplementasikan inovasi, sarana dan prasarana dengan baik dan benar, serta mampu mengusulkan kebijakan peraturan perundangan yang mendukung pertanian.

Menurut Data dari Kementerian Pertanian,  jumlah petani Indonesia saat ini di tahun 2020 ada sekitar 33 juta jiwa. Dari jumlah itu, didapat data bahwa hanya 29% petani yang usianya kurang dari 40 tahun, atau disebut sebagai petani milenial.

Faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan termasuk local wisdom, yang masing-masing kontribusinya sekitar 25%. Sedangkan yang paling besar adalah SDM yang kontribusinya mencapai 50% dalam produktivitas.

Oleh karena itu, peran petani milenial sangat besar dalam mendukung pembangunan pertanian termasuk di Kabupaten Lebak. Petani milenial mempunyai peran penting untuk saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Berdasarkan pemikiran tersebut diatas, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Manajemen Agribisnis Bagi Petani Milenial Mendukung Kostratani. Kegiatan tersebut digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maja pada Selasa (16/11), BPP Cimarga pada Kamis (18/11) dan BPP Panggarangan pada Selasa (23/11).

Pada kegiatan Pelatihan tersebut, peserta terdiri dari perwakilan Petani Milenial dan Mantri Tani Desa (MTD) setempat. Adapun materi pelatihan antara lain tentang Manajemen Usaha Tani di Era Industri 4.0 dan bagaimana menciptakan dan memanfaatkan Peluang usaha serta teknis pemasaran Online. (DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PELATIHAN MANAJEMEN AGRIBISNIS BAGI PETANI MILENIAL MENDUKUNG KOSTRATANI"