PERCEPATAN TANAM PADI BULAN JUNI 2020

No comment 129 views

Mengantisipasi potensi krisis pangan akibat Covid-19 dan adanya prediksi potensi krisis pangan dinegara-negara lumbung padi khususnya di Asia tenggara akibat kekeringan. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, menginstruksikan para petani yang ada di Kabupaten Lebak untuk melakukan gerakan percepatan tanam.

“Kita sudah menginstruksikan para petani untuk melakukan gerakan percepatan tanam pada bulan Juni 2020, untuk mengantisipasi potensi krisis pangan akibat Covid-19 dan adanya prediksi potensi krisis pangan di negara lumbung padi khususnya di Asia tenggara akibat kekeringan,” kata Kepala Distanbun Lebak, Rahmat Yuniar, Minggu (21/6).

Menurutnya, percepatan tanam tersebut dilakukan, karena beberapa bulan kedepan akan memasuki musim kemarau. Sehingga, untuk memenuhi ketersediaan padi harus secepatnya dilakukan penanaman.

“Berdasarkan Prakiraan, kemarau akan datang sekitar bulan Agustus 2020. Sehingga harus dilakukan percepatan tanam di bulan Juni 2020 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, Distanbun Lebak saat ini menargetkan luas tanam pada bulan Juni seluas 30.000 hektar. Sampai dengan tanggal 20 Juni 2020, telah tercapai luas tanam sekitar 15.781 hektar.

Kendala yang dihadapi dalam mencapai target tanam padi 30.000 hektar di bulan Juni 2020 adalah masalah kelangkaan pupuk khususnya Phonska dan SP 36. Penyebabnya adalah berkurang nya alokasi kedua jenis pupuk tersebut, dan adanya kendala teknis pada saat distribusi aku at disejumlah wilayah menerapkan PSBB. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak telah melakukan beberapa upaya menangani kelangkaan pupuk diantaranya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, menanyakan langsung kepada produsen dan distributor pupuk,. Mendorong petani mensubtitusi dengan jenis pupuk lain khususnya pupuk organik dan mendorong percepatan implementasi kartu tani Indonesia (KTI) dalam pembelian pupuk bersubsidi oleh petani.

Kendala lain nya adalah keterbatasan ketersediaan hand traktor. Upaya yg dilakukan menginventarisasi ulang hand traktor yang ada dilapangan, mengoptimalkan brigade handtraktor yang ada dan mendorong pengolahan tanah serempak (gropyokan) dan segera berpindah ke lokasi lain jika telah selesai pengolahan tanah.

Dengan curah hujan yang masih cukup tinggi, mudah2an para petani  terus termotivasi untuk tanam padi. Dan kadistanbun telah menginstruksikan kepada para Penyuluh Pertanian (PPL) untuk intensif mendampingi petani atau kelompok tani dan melaporkan perkembangan luas tambah tanam nya setiap hari.

“Kita optimis target tanam dapat tercapai. Jika dirata-ratakan per hektar produktivitas mencapai 6 ton, maka dari luasan lahan 30.000 hektar akan menghasilkan sekitar 180.000 ton,” ungkapnya.(DEI)

Keterangan : artikel ini ditayangkan di Harian Banten Pos (22/06/2020)

author
No Response

Leave a reply "PERCEPATAN TANAM PADI BULAN JUNI 2020"