BIMBINGAN TEKNIS SERTIFIKASI BENIH SUMBER DAN SEBAR TANAMAN PANGAN DI DESA LUHURJAYA KECAMATAN CIPANAS

Sektor pertanian masih merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan kabupaten lebak, mengingat cukup besarnya peluang dan potensi sektor ini yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus pengembangan perekonomian daerah.

Di bidang pertanian, sesuai kepmentan no. 472 tahun 2018, kabupaten lebak telah ditetapkan sebagai kawasan komoditas unggulan antara lain : padi, jagung, kedelai, cabai, manggis, kelapa, kerbau dan durian. Upaya pengembangan komoditas unggulan daerah tentunya akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah kabupaten lebak sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang kita harapkan.

Setiap tahun berdasarkan data BPS, untuk padi, kabupaten lebak  dapat meningkatkan luas panen rata – rata sebesar 6,65 % selama 5 tahun terakhir, dari 94.747 hektar luas panen pada tahun 2014 meningkat menjadi 122.339 hektar luas panen pada tahun 2018, sehingga produksi padi khususnya padi sawah dapat meningkat rata – rata 7,50% setiap tahun, yaitu dari 553.220 ton pada tahun 2014 meningkat menjadi 735.540 ton pada tahun 2018.

Karena kita memiliki beberapa keunggulan komparatif dalam sektor pertanian. Keunggulan komparatif tersebut antara lain :

1,Keunggulan potensi lahan

Kabupaten Lebak dengan luas 304.472 ha merupakan kabupaten terluas di provinsi banten, yaitu mencapai 35,46% dari total luas provinsi banten.

2. Potensi petani / pelaku usaha pertanian

Jumlah penduduk Kabupaten Lebak yang bekerja di sektor pertanian mencapai 53,68% (BPS, 2010)

3. Pasar

Kabupaten Lebak mempunyai keunggulan letak geografis yang dekat dengan Jakarta dengan akses transportasi yang lengkap.

4. Kebijakan pembangunan Provinsi Banten

Sasaran pembagunan perekonomian pertanian Provinsi Banten menitik beratkan kepada peningkatan ketahanan pangan, serta berkurangnya ketergantungan terhadap pangan impor. Selain itu juga bagaimana nilai tambah dan daya saing komoditas pertanian hingga nantinya ada keragaman pengolahan produk pertanian untuk ekspor dan meningkatkanya surplus perdagangan komoditas pertanian, yang pada akhirnya mesejahterakan petani dan mengurangi kemiskinan. Hal ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Lebak

Meski demikian, setiap tahun diperlukan upaya peningkatan produksi padi baik dan segi kuantitas maupun kualitas mengingat dan tahun ke tahun kebutuhan beras terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk.

Upaya meningkatkan produksi padi dan mempertahankan swasembada beras nasional sangat pentinng untuk mendapatkan perhatian karena kabupaten lebak adalah pemasok beras terbesar bersama kabupaten pandeglang untuk kebutuhan masyarakat banten, dan juga karena kabupaten lebak telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kabupaten yang ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jabodetabek oleh kementerian pertanian. 10 daerah tersebut adalah kabupaten serang, lebak, pandeglamg, sukabumi, lampung selatan, lampung timur, cianjur, purwakarta, subang dan karawang.

Pertimbangan lainnya adalah, tipisnya stok pangan beras di pasar internasional, sehingga ada peluang indonesia tidak kebagian beras bila harus mengimpor dalam jumlah yang banyak. Dan apabila terjadi kelangkaan beras di pasar domestik dapat mengakibatkan kekacauan di masyarakat.

Akan tetapi untuk meningkatkan produksi padi adalah tidak mudah, masih banyak kendala yang kita hadapi, antara lain yang masih menjadi kendala utama adalah produktivitas lahan yang belum optimal karena penerapan teknologi yang belum maksimal,  dan penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih belum optimal.

Oleh sebab itu, dalam upaya membantu para petani mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi yang bisa langsung membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Untuk membantu mengatasi masalah tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak selain memberikan bantuan sarana produksi terutama benih kepada para petani yang membutuhkan, juga melakukan upaya upaya memenuhi ketersediaan benih melalui produksi dari balai benih dan menumbuhkan para petani penangkar benih.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan benih padi di Kabupaten Lebak melalui penumbuhan para penangkar benih padi, dilaksanakan bimbingan teknis Sertifikasi Benih Sumber dan Sebar Tanaman Pangan di Desa Luhurjaya Kecamatan Cipanas tepatnya di kelompok tani Taleus yang diketuai oleh Bpk. Embih pada Selasa (16/7/2019). Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bidang Produksi Pertanian Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman Fasa, SP, MA, Kepala Seksi Perbenihan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Kadarina, SP, MSi, Kepala Seksi Pelayanan Teknis Tanaman Pangan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Beni Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten,

Ade Salhah, SP, MM, para petani penangkar benih padi, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Bidang Produksi Pertan

ian Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman Fasa, menyampaikan bahwa selama ini kebutuhan benih di Kabupaten Lebak sebagian besar dipenuhi dari benih dari luar daerah, melalui perusahaan produsen benih seperti PT. Sang Hyang Seri dan PT Pertani. Sedangkan Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles b

aru bisa menghasilkan benih dibawah 100 ton per tahun. Oleh karena itu, dalam upaya agar Kabupaten Lebak dapat berswasembada benih harus ditumbuhkan para penangkar benih di Kabupaten Lebak.

Kepala Seksi Perbenihan, Kadarina, menyebutkan, rata – rata luas tanam padi di Kabupaten Lebak mencapai 100.000 hektar, sehingga kebutuhan benih setiap tahun tidak kurang dari 2.500 ton. Jika kabupaten lebak ingin berswasembada benih, harus ditumbuhkan penangkaran benih dengan luas minimal 1.250 hektar, atau jika disebar minimal ada 45 hektar lahan penangkaran benih di setiap kecamatan.

Alhamdulillah, saat ini telah terbentuk Asosiasi Penangkar Benih Kabupaten Lebak yang diketuai oleh Bapak Ferdi Saepullah, yang banyak berperan dalam mendorong terciptanya penangkar penangkar benih baru dan memfasilitasi hasil produksi benih para penangkar.(DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BIMBINGAN TEKNIS SERTIFIKASI BENIH SUMBER DAN SEBAR TANAMAN PANGAN DI DESA LUHURJAYA KECAMATAN CIPANAS"