START UP TANIBARENG KARYA ANAK MUDA LEBAK

Tidak ada komentar 351 views

Gambar 1. Pelatihan Manajemen Agribisnis Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Lebak yang diikuti Tanibareng.com

Akibat adanya pandemic Covid-19, kebutuhan akan media online semakin meningkat yang diakibatkan oleh terbatasnya interaksi secara langsung dalam hal ini pemasaran produk pertanian melalui media online menjadi lebih efektiv serta meminimalkan terjadinya resiko penularan virus. Pemanfaatan jasa transportasi online juga dijadikan alternative dalam mendistribusikan produk pertanian secara online.

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan pemanfaatan media online bagi peningkatan kesejahteraan petani, diantaranya terus mendorong meningkatnya pemasaran produk pertanian melalui media Online. Beberapa langkah yang telah ditempuh adalah melalui pelatihan / bimbingan teknis bagi petani dan pelaku usaha dalam pemasaran online, menggandeng beberapa investor untuk membuat aplikasi pemasaran produk petani lebak dan sebagainya.

Bagai gayung bersambut, ternyata ada sekelompok anak muda milenial yang peduli terhadap permasalahan ini. Hal ini terungkap pada saat acara Pelatihan Manajemen Agribisnis Bagi Non Aparatur yang diikuti 30 peserta pelaku usaha pertanian se Kab Lebak bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, pada selasa (16/06/2021)

Dalam salah satu sesi pelatihan, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengundang CEO Tanibareng.Com, Cintya Paramitha  untuk menyampaikan profil Start Up Tanibareng. Pada kesempatan tersebut, Tanibareng mengenalkan Startup Tanibareng dan pentingnya teknologi dalam membangun perekonomian pertanian yang berkelanjutan.

CEO Tanibareng, Cintya Paramitha memaparkan, Tanibareng didirikan pertama di Banten bulan Oktober 2020 oleh 5 anak muda, yang berasal dari Kabupaten Lebak-Banten. Perusahaan rintisan atau startup Tanibareng mempunyai visi besar dalam menyelesaikan permasalahan dunia pertanian melalui pendekatan kolaborasi sosial yang saling terintegrasi dengan teknologi informasi. Tanibareng juga memiliki website yang dapat diakses di www.tanibareng.com

Inisiator pertama Tanibareng adalah Cintya Paramitha, Azizuddin Muhammad N, Aldi Dwi Putra, Dany Zaky Raihan, dan St. Shofia Aghnani A. Kolaborasi sosial Tanibareng pertama dimulai dari gerakan investasi bersama membantu petani hidroponik di Kecamatan Maja, Lebak. Hasil investasi yang terkumpul dari banyak investor kemudian disalurkan kepada petani untuk mengembangkan usaha taninya sehingga lebih cepat berkembang. Andumbareng melakukan “Open Investment” selama 1 bulan. Setelah itu, dana terkumpul sebanyak Rp. 6.680.000,00 yang telah diberikan kepada Beneficiary pertama Tanibareng. Saat ini, proyek investasi tersebut masih berjalan dan skema pembagian hasil keuntungan tanpa adanya bunga hingga akhir tahun 2021.

Saat ini, Tanibareng sedang dalam proses validasi dengan petani untuk memberikan solusi terkait permasalahan pemasaran bagi petani lokal. Tanibareng sudah melakukan kegiatan yaitu Temu Tani. Pada tanggal 18 Mei 2021, Tanibareng telah melakukan kegiatan berkumpul dengan perwakilan petani dari Kelompok Tani Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak-Banten, untuk membahas masalah terbesar yang dihadapi oleh petani. Hasil dari diskusi Temu Tani #1 adalah mengetahui bahwa permasalahan petani lokal yaitu terkendala untuk memasarkan hasil panennya. Rencana kedepan, Akhir bulan Juni akan diadakan pertemuan dengan Kelompok Tani untuk memvalidasi solusi yang telah dirancang oleh Tanibareng untuk menyelesaikan permasalahan pemasaran.

“Tanibareng sangat bersyukur mendapatkan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, dan sangat berterima kasih atas bimbingan, saran, dan arahan yang selalu diberikan dalam menjalankan Startup Tanibareng untuk bergerak di bidang pertanian. Harapannya, semoga Tanibareng dapat segera mendapatkan solusi dan dukungan dari berbagai pihak untuk berkolaborasi sehingga dapat melangkah bersama dengan petani untuk mewujudkan peningkatan perekonomian bagi petani Lebak Banten.” Ujar Cintya.

“Tanibareng masih sangat baru dan belum genap 1 tahun. Berawal dari modal patungan yang hanya 200 ribu dari setiap founder dan saat ini masih terus berusaha untuk tumbuh dan berjalan. Harapannya, kedepan Tanibareng dapat berkolaborasi dan mendapatkan dukungan penuh dengan banyak pihak mulai dari investor, petani, lembaga, dan lain sebagainya.” Pungkasnya.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "START UP TANIBARENG KARYA ANAK MUDA LEBAK"