WEBINAR TEMU USAHA PERTANIAN DAN LAUNCHING WEBISTE “LEBAKTANI.COM” “EKSPORT ITU MUDAH, GULA AREN MENUJU PASAR INTERNASIONAL”


Dalam rangka memfasilitasi dan meningkatkan pemasaran produk pertanian di Kab. Lebak dan mendukung pengembangan pariwisata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menghadiri Acara Launching Website Lebak Tani sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Temu Usaha Pertanian melalui daring yang bertempat di Lebak Data Centre, Kamis (26/11/2020). Lebaktani.com adalah start up yang bergerak di industri pertanian yang berawal dari teknologi pertanian pupuk organik dan akhirnya mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai pemasaran hasil panen petani khususnya hasil panen petani Kabupaten Lebak.

Bupati Lebak menyampaikan bahwa di masa pandemic Covid19, disaat banyak sektor ekonomi mengalami penurunan bahkan tumbang, ternyata sektor pertanian merupakan yang paling kuat bertahan dan sektor jasa dan manufaktur menjadi zona yang paling terpukul. Hal ini terbukti dari data yang dirilis BPS belum lama ini, sumbangan sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mengalami kenaikan di tengah terjadinya kontraksi perekonomian pada triwulan kedua 2020. “Sektor pertanian memiliki kontribusi perekonomian terbesar kedua setelah sektor industri. Dilihat dari sisi pertumbuhan ekonominya, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan positif (sebesar 2,19 persen), ditengah terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi indonesia. Data tersebut mengindikasikan bahwa pertanian adalah zona ekonomi yang paling tangguh terhadap interupsi covid-19.” Papar Bupati Lebak.

Iti Octavia juga menjelaskan secara singkat mengenai profil Kabupaten Lebak dan kebijakan dalam meningkatkan produktifitas perekonomian Lebak kepada peserta webinar yang diikuti oleh lebih dari 100 orang ini.

“Kabupaten Lebak adalah kabupaten dengan potensi sektor pertanian terbesar, oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap sektor ini. Saya sangat bergembira bahwa sektor ini terus bekerja memastikan ketersedian pangan masyarakat dan menjadi gantungan mata pencaharian bagi lebih dari 46,54% penduduk kabupaten lebak.”

“Saya lebih berbahagia lagi karena mengetahui, beberapa pelaku usaha di Kabupaten Lebak bahkan sudah mampu menembus pasar eksport, seperti gula aren khas desa hariang, kecamatan sobang, kabupaten lebak sudah masuk pasa ekspor mulai negara amerika, jerman, australia korea selatan dan malaysia. Saya yakin dan terus mendorong, bahwa peluang peningkatan produksi pertanian dan peluang pemasaran hingga ke pasar eksport sangat terbuka. Permasalahannya tinggal bagaimana kita bisa memenuhi dan menyesuaikan kualitas sesuai permintaan pasar tersebut.” Kunci dapat bertahan dalam persaingan usaha adalah kreatifitas dan inovasi. Oleh karena itu selain kita harus punya ke-khas-an produk, kita juga harus bisa berinovasi dalam pemasarannya. Dan pasar yang paling luas adalah pasar online.

Alhamdulillah, saya mengetahui saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha pertanian di kabupaten lebak yang memanfaatkan pasar online melalui aplikasi pemasaran yang mereka ciptakan. “ucap Bupati Lebak.

Selain Bupati Lebak, kegiatan juga di isi oleh beberapa narasumber lainnya seperti Dede Jaelani Sekretaris Daerah Kab. Lebak, Arum Kusnila Dewi KaBalai Karantina Pertanian Cilegon, Anwar Pelaku Usaha Gula Semut dan Midelini Harkhici selaku Founder Website Lebaktani.com.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Ir. H. Dede Jaelani, MM menyampaikan paparan tentang Potensi Ekonomi dan Peluang Usaha Pertanian di Kabupaten Lebak.

Kepala Balai Karantina Pertania  Kelas II Cilegon, drh. Arum Kusnila Dewi, M.Si memaparkan tentang Gerakan Peningkatan Tiga Kali Ekspor di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, apa saja dukungan dari Pemerintah Pusat dalam mendorong meningkatkan ekspor produk pertanian serta proses karantina yang harus ditempuh jika akan mengekspor produknya.

Paparan selanjutanya adalah dari pelaku usaha yang telah berhasil mengeksport produknya ke berbagai negara sejak tahun 2017, Anwar dan Bukhori dari KUB Mitra Mandala, Produsen Gula Semut Hariang. Menurut Anwar, Eksport itu mudah selama terpenuhi selama persyaratan kualitas produk dan persyaratan dokumen ekspornya terpenuhi.

Founder Lebaktani.com, Midelini Harkhici mengatakan, Lebaktani.com merupakan sebuah Platform E-commerce yang mempromosikan dan menjual hasil bumi Kab.Lebak baik itu di Kab. Lebak sendiri ataupun di luar Kab. Lebak hingga pasar export dan menjadi salah satu start up pertama di Kab. Lebak dalam bidang pertanian dan pangan.

“Kami yakin Lebaktani.com akan membawa perubahan serta distrupsi di bidang pertanian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,”ungkap Midelini. Midelini juga menjelaskan secara detil seputar lebaktani.com mulai dari mitra Lebaktani. “Bagaimana pendistribusiannya, serta cara pemesanannya,” pungkasnya.(DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "WEBINAR TEMU USAHA PERTANIAN DAN LAUNCHING WEBISTE “LEBAKTANI.COM” “EKSPORT ITU MUDAH, GULA AREN MENUJU PASAR INTERNASIONAL”"