KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN LEBAK IKUTI VIDEO CONFERENCE DENGAN MENTERI PERTANIAN RI

Gb. 1. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa saat memantau AWR Kementan, di Jakarta, Selasa (14/4). (Foto: Dok. Kementan)

Panen raya padi di Kabupaten Lebak Provinsi Banten, ditinjau langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo melalui video conference. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebuan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, SP, M.Si yang berada di area persawahan seluas 562 hektar di Desa Cipedang Kecamatan Wanasalam mengikuti jalannya teleconference dengan Menteri Pertanian dari Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian pusat, selasa (14/04/2020). Kepala Dinas didampingi Camat Wanasalam, Cece Saputra, S.Hut, M.Si, Kepala Bidang Produksi Tanaman pangan dan Hortikultura, Iman Nurzaman Fasa, SP, M.Si, Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan, Rully Yanrilla, S.Hut, MM, Kepala Bidang Penyuluhan Pasca Panen dan Pemasaran, Denny Iskandar, STP, M.Si, para PPL se-Kecamatan Wanasalam, dan sejumlah para petani anggota Poktan Sida Mulya I Desa Cipedang.

Video conference ini melibatkan 332 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang panen padi dan jagung. Ada 12 Bupati yang bergabung dalam video conference itu. Yaitu Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu, dan Nagekeo.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menyapa para petani di kabupaten yang sedang melakukan panen raya melalui video conference dari ruang rapat AWR Kementan, Jakarta. “Kami ingin buktikan bahwa riil memang semua sedang panen, bukan hanya angka-angka di atas kertas,” ucapnya.

Kementan memperkirakan, panen raya akan berlangsung April dengan luas sekitar 1,73 juta hektar (ha). Karena itu, pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Dalam pengarahannya,  Menteri Pertanian memberi penekanan agar para petani tetap berproduksi, baik menanam maupun panen dengan tetap memperhatikan standar mencegah penularan Corona. Menurutnya, di pandemi Corona, kebutuhan pangan, terutama beras harus tetap stabil dan normal. Karena itu, pihaknya memberi apresiasi kepada para petani dan pemerintah daerah yang tetap melakukan panen.

Rahmat Yuniar mengatakan “Video conference dilakukan Menteri Pertanian dilakukan serentak dengan beberapa daerah penghasil padi di Indonesia. Provinsi Banten diwakili oleh Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang”.

“Angka luas panen padi di Kabupaten Lebak dari Januari sampai nanti Oktober 2020 diperkirakan mencapai 84.178 hektar, dengan perkiraan produksi mencapai 435.372 ton GKG, atau setara produksi beras sebanyak 273.152 ton beras.” Ungkap Rahmat Yuniar.

Dengan jumlah tersebut, insya Allah ketersediaan beras di Kabupaten Lebak aman karena kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Lebak per tahun hanya sebanyak 143.724 ton beras.

Camat Wanasalam, cece Saputra, S. Hut, MS.i pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Kecamatan Wanasalam adalah salah satu lumbung padi Kabupaten Lebak karena mempunyai luas lahan sawah terbesar dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Lebak yaitu seluas 4.011 hektar. Di tengah pandemic Covid-19 ketahanan pangan di Kabupaten lebak tetap terjaga

“Akan tetapi masih ada beberapa keluhan dari masyarakat yaitu ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) di Kecamatan Wanasalam masih minim (kurang), masyarakat juga mengeluhkan turunnya harga gabah setiap panen raya, dan masyarakat khususnya di Desa Cipedang sangat membutuhkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT)” ungkap Cece Saputra.

Dalam kesempatan video conference tersebut, Mentan meminta daerah segera menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga jangan sampai di bawah HPP. Meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan Kementan akan memberikan bantuan untuk memperlancar produksi. “Pada masa wabah Covid-19 ini, ada 2 agenda utama yang menjadi prioritas utama negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan,” sebutnya.

Saat ini, Kementan sedang menjajaki Kostraling bekerja sama dalam pemasaran online dalam menjual beras ke masyarakat. Langkah nyatanya pada kesempatan tersebut Kementan mencanangkan kerjasama dengan Blibli dalam penyediaan dan distibusi beras. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatangan MoU antara Dirjen Tanaman Pangan Suwandi dengan CEO Blibli Kusumo Martanto dalam hal pemanfaatan jasa penyediaan dan distribusi beras melalui platform online Blibli.(DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN LEBAK IKUTI VIDEO CONFERENCE DENGAN MENTERI PERTANIAN RI"