PERTEMUAN KONSOLIDASI KOSTRADA TAHUN 2020


Dalam rangka mempersiapkan dan melakukan konsolidasi calon Komando Strategis Pembangunan Pertanian Daerah (KOSTRADA) Tahun 2020, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan mengadakan Pertemuan Konsolidasi  KOSTRADA Tahun 2020 di Yogyakarta yang dihadiri para kepala dinas pertanian dan pejabat terkait dari 34 provinsi dan 350 Kabupaten / Kota se Indonesia bertempat di Indoluxe Hotel Yogyakarta dari tanggal 17 sd 19 Pebruari 2020. Kepala Pusluhtan Leli Nuryati mewakili Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi hadir membuka kegiatan pertemuan di Yogyakarta [18/2] yang dihadiri 500 peserta dari seluruh Indonesia.

Turut hadir sejumlah pejabat Pusluhtan di antaranya; Kabid Kelembagaan & Ketenagaan Penyuluhan, Joko Samiyono; Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Septalina Pradini mewakili Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan, I Wayan Ediana; Kasubbid Kelembagaan Penyuluhan, Purnomojati Anggoroseto; dan Kasubbid Ketenagaan Penyuluhan, Welly Nugraha dan turut hadir sejumlah pejabat terkait bidang penyuluhan dari 34 provinsi dan 350 Kabupaten / Kota se Indonesia. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak hadir diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pasca Panen dan Pemasaran, Denny Iskandar, STP, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan kebijakan – kebijakan Kementerian Pertanian dan kegiatan kegiatan utama untuk menjalankan kebijakan tersebut. Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Propaktani (Program Pengembangan Kawasan Tanaman pangan Korporasi)
  2. Kostraling (Komando Strategis Penggilingan padi)
  3. Gedor Horti (Gerakan Mendorong Produksi, Daya saing dan ramah lingkungan Hortikultura)
  4. Grasida (Gerakan peningkatan Produksi Nilai tambah dan daya saing Perkebunan)
  5. Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas andalan negeri)
  6. KUR (Kredit Usaha rakyat)
  7. PMS (Pertanian Masuk Sekolah)
  8. Gratieks (Gerakan tiga kali lipat eksport)

Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan kebijakan dalam pembangunan pertanian 2020 untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada 4 aspek yang perlu dijadikan fokus perhatian.

Pertama, peningkatan produksi dan produktivitas melalui gerakan nasional peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian serta peningkatan kapasitas SDM pertanian. Kedua, menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.

Ketiga, pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi.

keempat, ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya

Kementerian Pertanian menetapkan target peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7% per tahun, gerakan tiga kali ekspor (GraTIEks) hingga tahun 2024, serapan KUR sektor pertanian sebesar Rp 50 triliun per tahun.

Selain itu, Kementan juga menargetkan tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 7.879 unit pada tahun 2024. Kemudian mengupayakan tumbuhnya petani milenial berjiwa entrepreneur 500.000 pemuda per tahun, juga menargetkan kontribusi sektor pertanian dalam penurunan daerah rentan rawan pangan menjadi 10% pada tahun 2024.

Target lainnya, yakni penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024. Antara lain melalui Family Farming, Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan kegiatan dengan Perguruan Tinggi.

Untuk menjamin sinergi dan kesatuan gerak pembangunan pertanian di setiap lini agar fokus dalam mencapai sasaran, maka Saya membentuk Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Kostratani menjadi simpul koordinasi di tingkat Kecamatan, yang bergerak dalam satu sistem yang terintegrasi berbasis digital. Sehingga akan terjadi sinergi yang harmonis di lapangan dan dapat termonitor dan dikendalikan dari Pusat melalui Agriculture War Room (AWR).

Kementan juga mentargetkan tidak ada lagi alih fungsi lahan. Dari 2009 sudah ada Undang-Undangnya. Ini agar menjadi perhatian jangan sampai ada alih fungsi lahan. Kekuatan pertanian nanti adalah KUR, gunakan teknologi, dan penyuluh sebagai garda terdepan.

Untuk Alsintan, tahun 2020 sudah dianggarkan sebesar Rp 1,1 triliun. Anggaran ini untuk pengadaan Alsintan seperti Traktor Roda 2 8.500 unit,Pompa Air 10.000 unit, Rice Transplanter 1100 unit, Cultivator 2.630 unit, dan Traktor Roda 4 Tanaman Pangan 1.210 unit.

Sementara untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), 2020 dicanangkan seluas 135.600 Ha di 32 Provinsi dan lebih dari 300 Kabupaten Kota. Program RJIT diutamakan pada lokasi yang telah dilakukan SID pada tahun sebelumnya. Diutamakan pada Daerah Irigasi yang saluran primer dan sekundernya dalam kondisi baik.

Pembangunan embung pertanian, dicanangkan 400 Unit di 30 Provinsi dan lebih dari 226 Kabupaten/Kota.Kegiatan dapat berupa Embung, Dam Parit, dan Longstorage. Serta irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan.

Irigasi perpompaan alokasi sebanyak 1.000 unit di 32 Provinsi dan 285Kabupaten Kota.Dan irigasi perpipaan alokasi sebanyak 138 Unit di 25 Provinsi dan 59Kabupaten Kota.Luas layanan Minimal 20 Ha (Tanaman Pangan), dan 10 Ha (Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan).

Selain itu, Kementan juga akan gencar mensosialisasikan program KUR melalui Penyuluh Pertanian atau Kostratani yang ada di Kecamatan-kecamatan. Subsidi bunga KUR tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun dengan bunga sebesar 6%.

Program KUR Pertanian ditargetkan sebesar Rp 50 triliun. Meliputi tanaman pangan Rp 14,23 triliun, hortikultura Rp 6,39 triliun, perkebunan Rp 20,37 triliun, dan peternakan Rp 9,01 triliun.(DEI)

author
No Response

Leave a reply "PERTEMUAN KONSOLIDASI KOSTRADA TAHUN 2020"