RAKERNAS PEMBANGUNAN PERTANIAN TAHUN 2020

No comment 249 views

Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020 yang dibuka oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Hotel Bidakara, Senin (27/1/2020). Rakernas dihadiri  Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Menteri Koperasi dan UMKM. 

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak diwakili oleh Sekretaris Dinas, Ade Fahrulwadi, Kabid Produksi Iman Nurzaman Fasa, Kabid Penyuluhan, Denny Iskandar dan Kabid Sapras, Nana Mulyana.

Dalam sambutannya pada Rakernas bertema “Membangun Sektor Pertanian dengan Maju, Mandiri dan Modern” ini, SYL mengatakan dalam membangun sektor pertanian tidak bisa sendiri dan melibatkan banyak pihak.

“Kementerian Pertanian tidak bisa bekerja sendiri dan harus bekerjasama dengan Kementerian lain untuk mewujudkan pertanian maju, modern dan mandiri,” ujarnya.

Menurut SYL, Kementerian Pertanian memang diberi amanat untuk menjaga pangan tetapi masalah pangan juga berkaitan dengan Kementerian lain jadi dibutuhkan koordinasi yang kuat dan saling membangun komunikasi.

“Pertanian yang maju, mandiri dan modern adalah pertanian berbasis teknologi dengan kekuatan utama perkembangan teknologi digital ditambah sistem mekanisme yang kuat dan terstruktur dengan baik,” ujarnya.

SYL menambahkan, perkembangan teknologi begitu cepat dan sudah masuk ke dalam pertanian yang dapat dilihat dari alat alat pertanian yang sudah serba digital, ke depannya Indonesia tidak boleh lagi menerapkan pertanian dengan alat tradisional tetapi harus berbasis digital.

Memang agak berat untuk menerapkan pertanian berbasis digital karena para petani perlu dilatih dalam menggunakan alat pertanian digital tetapi kesempatan untuk berubah belum hilang dan masih ada kesempatan.

SYL menilai, petani petani di Indonesia terlihat mau belajar tentang teknologi digital dan bukan mental malas.

“Semuanya sekarang sudah serba digital dan petani juga harus digital jangan ketinggalan zaman karena kalau tidak update teknologi, bisa bisa tertinggal,” ujar dia.

SYL menandaskan, pengelolaan pertanian tidak boleh lalai karena berhubungan dengan 267 juta penduduk Indonesia yang membutuhkan pangan berkualitas untuk itu Indonesia harus menuju pertanian yang maju, modern dan mandiri.

SYL menjabarkan, terdapat 4 aspek yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengelola pertanian yaitu :

  1. Peningkatan produksi dan produktivitas melalui gerakan nasional peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian serta peningkatan kapasitas SDM pertanian.
  2. Menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.
  3. Pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi.
  4. Ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya),”

Mentan SYL menjelaskan,di awal tahun 2020 ini, dibutuhkan lompatan yang cepat untuk melaksanakan kegiatan. Sehingga berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas.

“Saya telah menetapkan target peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7% per tahun, gerakan tiga kali ekspor (GraTIEks) hingga tahun 2024, serapan KUR sektor pertanian sebesar Rp 50 triliun per tahun,” sebut Mentan SYL.

Selain itu, Kementan juga menargetkan tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 7.879 unit pada tahun 2024. Kemudian mengupayakan tumbuhnya petani milenial berjiwa entrepreneur 500.000 pemuda per tahun.

“Saya juga menargetkan kontribusi sektor pertanian dalam penurunan daerah rentan rawan pangan menjadi 10% pada tahun 2024,” tambahnya.

Target lainnya, yakni penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024. Antara lain melalui Family Farming, Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dan kegiatan dengan Perguruan Tinggi.

“Untuk menjamin sinergi dan kesatuan gerak pembangunan pertanian di setiap lini agar fokus dalam mencapai sasaran, maka Saya membentuk Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani),” terang Mentan SYL.

Dijelaskannya, Kostratani menjadi simpul koordinasi di tingkat Kecamatan, yang bergerak dalam satu sistem yang terintegrasi berbasis digital. Sehingga akan terjadi sinergi yang harmonis di lapangan dan dapat termonitor dan dikendalikan dari Pusat melalui Agriculture War Room (AWR).

Momentum Rakernas ini diharapkan sebagai ajang konsolidasi merumuskan langkah strategi pembangunan pertanian. Mulai dari penetapan subjek, objek, metodologi, serta target yang akan dicapai dan pendistribusian target hingga tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan.

“Pembahasan ini Saya minta dilakukan dalam bentuk workshop oleh masing-masing Eselon I dengan mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pertanian,” cetus Mentan SYL.

Mentan SYL kembali menegaskan, agar semua pihak turut berpartisipasi dalam mencapai sasaran umum kebijakan pertanian ini untuk mewujudkan pertanian yg maju mandiri modern.

“Ayo maju, kalau diam di tempat kita akan tertinggal. Maju adalah bagian dari langkah kita hari ini. Mandiri artinya ada kekuatan untuk melakukan. Dan Modern adalah bagian dari hidup besok. Pengelolaan pertanian harus modern, dikelola dengan system dan manajemen terukur.Pertanian tidak boleh salah, tidak boleh abai karena mempertahankan jutaan perut orang Indonesia,” paparnya.

Untuk mencapai aspek dan tujuan pertanian maju mandiri modern, Mentan SYL minta semua turut membantu mencapai target yang ditentukan. “Tidak ada lagi alih fungsi lahan. Dari 2009 sudah ada Undang-Undangnya. Ini agar menjadi perhatian jangan sampai ada alih fungsi lahan. Kekuatan pertanian nanti adalah KUR, gunakan teknologi, dan penyuluh sebagai garda terdepan,” pungkasnya.(DEI).

author
No Response

Leave a reply "RAKERNAS PEMBANGUNAN PERTANIAN TAHUN 2020"