POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN SAYURAN DATARAN TINGGI DI DESA SINAR GALIH KECAMATAN CIBEBER KABUPATEN LEBAK

Gb.1 Potensi Lahan Desa Sinar Galih Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak

Pernahkah anda berkunjung ke Bromo – Tengger Jawa Timur ? jika anda pernah berkunjung kesana, ketika akan menuju ke Penanjakan untuk menyaksikan matahari terbit akan melihat perempuan dan laki-laki suku Tengger yang menggendong atau memikul hasil panen mereka yang terdiri dari aneka macam sayuran seperti Kol, Kentang, Wortel, daun bawang dan sebagainya. Kita akan disuguhkan hamparan perkebunan sayur mulai dari daerah Tosari, Ngadi Sari, Sukopuro sampai ke daerah Ranupani. Terhampar di atas tanah pertanian yang relatif datar sampai ke lereng-lereng curam. Semua tanah itu penuh ditumbuhi sayuran yang tampak subur dan terawat.

Selain dianugerahi dengan alam yang subur, para petani sayur di Tengger juga mendapat berkah yang tiada tara berupa pasar dengan daya serap yang nyaris tidak terbatas yang terbentang di sepanjang pulau Jawa, Bali dan Madura.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman Fasa, SP, M.Si menyatakan bahwa Kabupaten Lebak bisa seperti Bromo – Tengger tersebut, karena adanya potensi sumber daya alam (SDA) dan Sumber daya Manusia (SDM) yang hampir sama atau mirip dengan bromo, tepatnya di Desa Sinar Galih Kecamatan Cibeber ketika berkunjung kesana pada Jumat (26/7/2019). Hadir juga pada kunjungan tersebut Kepala Seksi Hortikultura dan Biofarmaka, Irwan Riyadi, SP, MA, Kepala Seksi Perbenihan, Kadarina, SP, MSi, Kepala Seksi Produksi Padi dan Palawija, Denny Iskandar, STP, MSi, Koordinator Penyuluh Kecamatan Cibeber, Asep Engkos Koswara, dan Kepala Desa Sinar Galih, H. Ajat Sudrajat.

Desa Sinargalih merupakan sebuah desa yang ada di kecamatan cibeber kabupaten lebak. terletak di ketinggian 1.100 m dpl menjadikan wilayah ini berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian untuk tanaman sayuran dengan semua jenis, dengan iklim yang cenderung sejuk, potensi sayuran mampu di kembangkan. Petani disana sudah memulai mengembangkan sayuran dataran tinggi seperti kol, cabe dan saat ini sedang dikembangkan kentang yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

Iman Nurzaman menyatakan, seluruh syarat untuk menjadikan desa sinar galih sebagai kawasan pertanian sayuran dataran tinggi seperti bromo sudah terpenuhi, diantaranya lahan yang luas, saat ini telah digunakan lahan kurang lebih seluas 60 hektar untuk komoditas kol dan kentang, tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat yang memang berpofesi sebagai petani, potensi pasar yang sangat besar khususnya daerah sukabumi jawa barat dan Jakarta seperti Pasar Induk Rau Serang, Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, Pasar Induk Selabenda Bogor dan Pasar Induk Keramat Jati Jakarta, serta potensi pengembangan wisata dataran tinggi berupa spot – spot foto dan wisata kuliner.

“Yang harus dibenahi segera adalah akses jalan atau transportasi. Keberhasilan para petani sayur di Bromo – Tengger tidak bisa dilepaskan dari bagusnya infrastuktur transportasi dan akses jalan yang dengan mudah menjangkau semua kota di pulau Jawa, Bali dan Madura. Sehingga apapun yang m

ereka tanam bisa langsung sampai pada hari berikutnya di pasar-pasar besar di berbagai kota di pulau Jawa dan Bali. Alhasil, masih dalam keadaan segar, sayur mayur hasil panen mereka langsung bisa dibeli oleh penduduk di kota-kota yang seolah terbentang tak ada batasnya mulai dari Jakarta sampai ke Denpasar dan Kuta.” Ungkapnya.

“Sayuran dataran tinggi seperti kol, daun bawang, kentang adalah sayuran yang berumur pendek sehingga akses transportasi sangat krusial harus tersedia baik. Saat ini akses jalan ke desa Sinar Galih sepanjang kurang lebih 15 KM sudah cukup baik berupa jalan yang sudah di aspal, akan tetapi masih sempit sehingga ketika kendaraan berpapasan agak kesulitan, maka pemerintah daerah harus memperbaiki atau melebarkan akses jalan tersebut.”

“Prasarana lain yang sangat penting untuk disediakan adalah prasarana irigasi atau pengairan. Di desa sinar galih banyak mata air dan sangat potensial dibangun embung. Disana sudah tersedia situ yang digunakan masyarakat untuk pengairan. Tinggal ditambah kekurangannya sesuai kebutuhan”

“Disamping itu, sangat penting untuk riset kemampuan serapan pasar baik pasar lokal maupun luar kota, karena sayuran yang dihasilkan tidak tahan lama maka harus dipastikan terserap pasar dengan baik dan para petani harus mengatur kapan tanam kapan panen dengan baik sehingga sayuran dapat tersedia sepanjang tahun sesuai kebutuhan pasar. Dan pola yang sangat ideal untuk pemberdayaan masyarakatnya adalah dengan mengembangkan pola Kawasan Pertanian Sayuran Dataran Tinggi berbasis korporasi petani.” pungkasnya.

Sementara itu, kepala desa Sinar Galih, H. Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa potensi pengembangan pertanian sayuran di desanya sangat memungkinkan ditingkatkan. “saat ini komoditas utama yang dihasilkan baru kol, wortel, dan daun bawang.”

“Kami sangat berterima kasih adanya bantuan benih kentang dan pupuk  penunjangnya dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak. Kami masih membutuhkan alat mesin pertanian (alsintan) untuk melaksanakan land clearing, pupuk khususnya pupuk organik dan bantuan pemasaran hasil panen”

“Selain menjadi sentra pertanian sayuran dataran tinggi, desa kami sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata, karena kawasan adat yang sangat unik dan titik – titik yang bisa dikembangkan seperti situ, dan spot foto seperti di Gunung Luhur Citorek” Kata kepala desa Sinar Galih

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, SST di ruang kerjanya menyatakan “Hingga kini kebutuhan tanaman sayuran dataran tinggi dipasok dari luar daerah. Pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi cukup prosfektif dan menguntungkan pendapatan ekonomi petani karena permintaan pasar cenderung meningkat. Komoditas tanaman sayuran dataran tinggi antara lain kubis, buncis, wortel dan kentang. Selain desa sinar galih, potensi pengembangan Pertanian Sayuran Dataran Tinggi di Kecamatan Muncang, Sobang, Cibeber, Cilograng dan Lebak Gedong karena di daerah itu di atas 700 meter dari permukaan laut.’’

‘’Semoga pengembangan kawasan pertanian sayuran dataran tinggi khususnya di Desa Sinar Galih mendapat dukungan penuh baik dari pemerintah daerah kabupaten Lebak, pemerintah provinsi Banten dan terutama dukungan Pemerintah Pusat.” Kata Dede Supriatna (DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN SAYURAN DATARAN TINGGI DI DESA SINAR GALIH KECAMATAN CIBEBER KABUPATEN LEBAK"