GERAKAN PERCEPATAN TANAM PADI SAWAH DI DESA TAMBAKBAYA KECAMATAN CIBADAK

Sebagaimana telah dinyatakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa kemarau tahun 2018 telah dimulai sejak bulan April 2018 dan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus – September 2018. Kemarau yang terjadi mengakibatkan kekeringan khususnya di 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak. selain menyebabkan sulitnya pasokan air bersih kepada masyarakat, khususnya di bidang pertanian yang paling terpengaruh adalah mengakibatkan terjadinya kekeringan pada areal sawah yang ada di Kabupaten Lebak. berdasarkan laporan, pada bulan Juli 2018 terdapat pertanaman (standing Crop) padi sawah seluas 42.819 hektar yang merupakan pertanaman padi bulan April, Mei, dan Juni 2018.

Kekeringan tersebut menyebabkan sebagian besar petani menunda melaksanakan tanam padi sawah karena khawatir terjadi kerugian yang lebih besar. Sehingga pada bulan Juli, agustus, September, hingga Oktober 2018 banyak lahan sawah yang bera akibat tidak bisa dimanfaatkan karena kekeringan. Sedangkan untuk lahan sawah yang masih tersedia air baik dari irigasi maupun perpompaan, banyak dimanfaatkan untuk menanam palawija khususnya jagung dan kedelai.

Memasuki Bulan November 2018, dan sehubungan curah hujan di Kabupaten Lebak mulai meningkat, maka untuk memotivasi petani yang ada di Kabupaten Lebak agar segera melaksanakan percepatan tanam padi sawah, maka Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak  melaksanakan Gerakan Tanam Padi Sawah bertempat di Gapoktan Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak pada Selasa (6/11). Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Camat Cibadak, Perwakilan Danramil Rangkasbitung, para petugas pertanian (kepala UPT pertanian, PPL) dan para petani.

Kepala Bidang Produksi Tanaman pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman Fasa, pada saat menyampaikan laporan menyatakan bahwa Gerakan Percepatan Tanam Padi Sawah adalah salah upaya untuk memotivasi petani untuk segera kembali turun ke sawah melakukan pengolahan tanah dan penanaman padi karena sudah terlalu lama sawah nya kering. Para petani diminta segera turun ke sawah memanfaatkan segala potensi khususnya alat mesin pertanian yang ada (pompa air, hand traktor dan lain lain) serta bantuan benih padi yang sudah diterima oleh para petani. Selain itu Gerakan Tanam Padi Sawah ini dilaksanakan sebagai bukti dukungan Kabupaten Lebak terhadap Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung Kedelai yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Camat Cibadak, Rahmat pada sambutannya menyatakan bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat yang telah banyak membantu masyarakat petani Kecamatan Cibadak, dan meminta kepada para petani yang telah mendapatkan bantuan khususnya bantuan benih padi agar segera melaksanakan percepatan tanam dengan memanfaatkan bantuan tersebut seoptimal mungkin. Camat Cibadak juga meminta agar koordinasi khususnya dari UPT Kecamatan Cibadak dapat terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna pada sambutannya memberikan apresiasi kepada para petani di Kabupaten Lebak khususnya petani yang tergabung dalam Gapoktan Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak. Hamparan sawah di desa tersebut merupakan sawah tadah hujan yang diairi oleh pompanisasi dari sungai ciujung, dan masyarakat bisa bersama – sama menjalankan dan mau mengeluarkan biaya untuk operasional bahan bakar dan operator pompa air tersebut. Dampak irigasi pompanisasi adalah terlaksananya penanaman di lokasi tersebut yang bisa mencapai IP 2,5 setiap tahunnya.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "GERAKAN PERCEPATAN TANAM PADI SAWAH DI DESA TAMBAKBAYA KECAMATAN CIBADAK"