RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN TEKNLOGI POLA TANAM TUMPANGSARI SERTA PERCEPATAN KEGIATAN PADI, JAGUNG, KEDELAI DAN ALSINTAN TAHUN 2018

Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengembangan Teknlogi Pola Tanam Tumpangsari serta Percepatan Kegiatan padi, Jagung, Kedelai dan Alsintan Tahun 2018 pada Minggu sampai dengan Selasa (2 – 3 September 2018) bertempat di The Sunan Hotel Solo. Hadir pada rapat tersebut, Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman Fasa, SP, M.A dan Kepala Seksi Produksi Padi dan Palawija, Denny Iskandar, STP, M.Si.

Rapat dibuka oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, DR. IR. Sumarjo Gatot Irianto, MS. DAA. Dalam sambutannya Dirjen Tanaman Pangan menyampaikan bahwa Pasca penerapan PATB, perlu strategi baru untuk meningkatkan LTT, melalui Pengembangan Pola Tanam TUMPANG SARI. Pendekatan tumpangsari ini dapat mengeliminasi kompetisi penggunaan lahan atau komoditas; dan solusi berkelanjutan terhadap keterbatasan lahan.

Pola Tumpangsari yang akan dilaksanakan adalah tumpangsari padi – jagung, padi kedelai, dan jagung – kedelai. Pola tumpangsari perlu dilakukan untuk menghindari “teori sarung” dimana ketika luas tanam jagung dan kedelai meningkat, luas tanam padi berpotensi mengalami pengurangan luas. Maka untuk mengeliminasi kompetisi penggunaan lahan atau komoditas; dan solusi berkelanjutan terhadap keterbatasan lahan dilaksanakan teknologi pola tumpangsari.

Teknologi yang akan diterapkan pada pola tumpangsari padi – jagung adalah per hektarnya populasi padi 250.000 rumpun dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm, jagung 100.000 batang dengan jarak tanam 40 cm x 12,5 cm.

Teknologi yang diterapkan pada pola tumpangsari padi – kedelai adalah per hektarnya populasi padi 250.000 rumpun dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm, kedelai 166.000 batang dengan jarak tanam 20 cm x 15 cm.

Teknologi yang diterapkan pada pola tumpangsari jagung – kedelai adalah per hektarnya populasi jagung 100.000 batang dengan jarak tanam 40 cm x 12,5 cm, kedelai 166.000 batang dengan jarak tanam 20 cm x 15 cm.

Dalam rangka implemtasi pola tumpangsari tersebut, akan mulai di ujicoba pada tahun 2018 ini. Uji Coba akan dilaksanakan seluas 5.000 Ha di 9 Provinsi, termasuk di Provinsi Banten seluas 500 hektar. Kabupaten Lebak akan melaksanakan seluas 250 hektar ujicoba pola tumpamngsari padi – jagung.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN TEKNLOGI POLA TANAM TUMPANGSARI SERTA PERCEPATAN KEGIATAN PADI, JAGUNG, KEDELAI DAN ALSINTAN TAHUN 2018"