UPAYA PENANGGULANGAN KEKERINGAN PADI SAWAH DI KABUPATEN LEBAK

Gambar 2. Kondisi Tanaman padi yang kekeringan di Kecamatan Kalanganyar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa kemarau tahun 2018 telah dimulai sejak bulan April 2018 dan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus – September 2018.

Pada bulan Juli 2018, sebagian lahan sawah di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. Sebanyak 14 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan yang bisa berdampak pada terjadinya krisis air bersih. Ke-14 daerah rawan kekeringan itu tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Cipanas, Sajira, Cibadak, Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warunggunung, Malingping, Wanasalam, Cihara dan Kecamatan Cilograng.

Selain krisis air bersih, pada bulan Juli 2018 terdapat pertanaman (standing Crop) padi sawah seluas 42.819 hektar yang merupakan pertanaman padi bulan April, Mei, dan Juni 2018.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak berupaya untuk melaksanakan penanggulangan kekeringan untuk meminimalisir dampak kekeringan dan mengurangi resiko kerugian yang dialami petani. Upaya – upaya yang dilakukan tersebut diantaranya adalah mengoptimalkan seluruh pompa air yang ada di petani khususnya pompa air bantuan dari pemerintah, melaksanakan pembersihan saluran irigasi dan menutup kebocoran saluran irigasi untuk menghemat air, menghidupkan sistem gilir air dari para kelompok P3A, berkoordinasi aktif dengan dinas terkait termasuk Dinas PUPR dan BPBD, menghimbau kepada para petani untuk tidak memaksakan tanam padi tapi menggantinya dengan palawija khususnya jagung dan kedelai atau komoditas lainnya, serta meminta bantuan dana tanggap darurat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.

 

Dana tanggap darurat diprioritaskan untuk mengoptimalkan pompa – pompa air yang cakupan layanannya luas dan terdapat air yang memadai, seperti misalnya sungai ciujung, cikondang, cisimeut, ciberang dan termasuk memperbaiki situ cilembun agar dapat menyelamatkan pertanaman padi eluas kurang lebih 78 hektar.

Tanggap darurat penanggulangan kekeringan dilaksanakan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Warunggunung, Cibadak, Rangkasbitung dan Kalanganyar dengan total luas penanggulangan 112 hektar.

Gambar 2. Pemasangan Pompa Air

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, SST, berharap hujan segera turun, karena upaya yang dilaksanakan bersama para petani mempunyai keterbatasan. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan menghimbau agar para petani mengikuti program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) agar dapat menanam kembali di musim berikutnya apabila mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan juga menghimbau, untuk lokasi sawah yang tidak terjamin irigasinya agar tidak memaksakan tanam padi sawah, bisa disiasati dengan menggunakan sistem Gogo Rancah (Gora), menggunakan varietas padi yang relatif lebih tahan kekeringan seperti varietas situ bagendit, atau menanam palawija khususnya jagung dan kedelai.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga menghimbau kepada seluruh petugas pertanian agar terus melaksanakan pemantauan dan melaksanakan koordinasi dengan baik terkait upaya penanggulangan kekeringan tersebut. (DEI)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "UPAYA PENANGGULANGAN KEKERINGAN PADI SAWAH DI KABUPATEN LEBAK"