GERAKAN PANEN PADI SAWAH DI KABUPATEN LEBAK

No comment 172 views

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia khususnya di Kabupaten Lebak, telah memunculkan kerisauan akan terjadinya keadaan “rawan pangan” di masa yang akan datang.

Itulah salah satu alasan mengapa Pemerintahan pusat terus berupaya untuk terus mempertahankan swasembada padi. Sudah banyak kebijakan dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah kepada para petani sebagai upaya mempertahankan swasembada padi.

Mungkin pertanyaan yang muncul di benak kita semua, kenapa kita harus mempertahankan swasembada padi ? Karena tipisnya stok pangan beras di pasar internasional, sehingga ada peluang indonesia tidak kebagian beras bila harus mengimpor dalam jumlah yang banyak. Dan apabila terjadi  kelangkaan beras di pasar domestic dapat mengakibatkan kekacauan di masyarakat.

Untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa kita mampu untuk mempertahankan swasembada padi maka dilaksanakan kegiatan gerakan panen padi yang dibiayai dari APBD Kabupaten Lebak tahun 2018.

Kegiatan gerakan panen padi sawah, bertujuan untuk memotivasi petani untuk terus meningkatkan produksi padi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Gerakan panen padi sawah tingkat Kabupaten Lebak dilaksanakan di Desa Bolang Kecamatan Malingping pada jum’at (13/07). Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Camat Malingping, Danramil Malingping, perwakila Perum Bulog Sub Divre Lebak – Pandeglang, para petugas pertanian (Kepala UPT pertanian dan Perkebunan, PPL) dan para petani.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura, Iman Nurzaman Fasa, SP, MA, pada saat menyampaikan laporan kegiatan, menyatakan, selain untuk memotivasi seluruh petani di kabupaten lebak agar terus bersemangat dalam meningkatkan produksi padi, gerakan panen padi sawah adalah sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur atas panen yang dilaksanakan oleh para petani, disamping itu juga dengan adanya kegiatan ini, semakin mendekatkan antara pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Lebak dengan masyarakat khususnya masyarakat di Kecamatan Malingping, juga untuk menunjukan kepada pemerintah pusat, bahwa Kabupaten Lebak turut berkontribusi pada upaya peningkatan produksi  padi nasional, khususnya di Provinsi Banten.

Camat Malingping, Sukanta, S.PD, MM, M.PD, pada sambutannya menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Lebak, atas dipilihnya Kecamatan Malingping sebagai lokasi gerakan panen padi sawah, karena memang potensi pertanian di kecamatan malingping sangat besar untuk terus di kembangkan, sehubungan dengan hal tersebut, meminta kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar terus melengkapi sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan oleh para petani di kecamatan malingping. Sukanta juga meminta secara khusus kepada perum bulog sub divre lebak pandeglang agar dapat menyerap gabah petani terutama ketika harga gabah dibawah harga pembelian pemerintah (hpp). Saat ini harga gabah di kecamatan malingping masih berkisar Rp. 4.500 – 4.800 Per Kilogram GKP.

Kepala dinas pertanian dan perkebunan, Dede Supriatna, SST, pada sambutannya ,mengawalinya dengan menyampaikan salam dari ibu bupati lebak dan bapak wakil bupati lebak, yang pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir dikarenakan ada agenda kegiatan lain pada saat yang bersamaan. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak juga menyampaikan rasa syukur alhamdulillah, karena dapat melaksanakan panen padi, ditengah ancaman kekeringan dan serangan hama khususnya WBC. Oleh karena itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan meminta kepada para petani dan para ppl / popt untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ledakan serangan WBC.

Dengan semakin membaiknya fasilitas sarana dan prasarana pertanian bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Kepala Dinas meminta kepada para petani agar dapat melaksanakan percepatan tanam setelah panen ini, khususnya pada wilayah yang tersedia irigasinya. Jangan biarkan lahan sawah bera tidak berproduksi. Bagi lahan sawah yang tidak terjamin irigasinya, kepala dinas menyarankan agar ditanam palawija, jagung dan kedelai, atau apabila petani tetap ingin menanam padi, agar menanam padi gogo atau gogo rancah (gora).

Pada acara tersebut, dilaksanakan panen perdana menggunakan combine harvester bantuan brigade kementerian pertanian. Juga diserahkan bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 30 dan Inpari 32 dari APBN Tahun 2018.

 

author
No Response

Leave a reply "GERAKAN PANEN PADI SAWAH DI KABUPATEN LEBAK"