PENCANANGAN GERAKAN TANAM KEDELAI APBN-P TAHUN 2017 DI KABUPATEN LEBAK

Pemerintah Pusat menargetkan tanam kedelai seluas 500.000 hektar dengan anggaran APBNP 2017 yang dipusatkan di 20 provinsi. 20 provinsi di antaranya Sumatera 153.000 hektar, Jawa 130.000 hektar, Kalimantan 27.000 hektar, Sulawesi 110.000 hektar dan NTT dan NTB masing masing 40.000 hektar.

Untuk mengakselerasi pencapaian target tanam kedelai tersebut, Kementerian Pertanian mencanangkan Serempak Tanam Kedelai di 20 Provinsi pada tanggal 6 Oktober 2017. Serempak tanam Kedelai ini merupakan bagian dari program upaya khusus (upsus) swasembada padi, jagung dan kedelai (pajale) dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan, perkebunan TBM, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut dan lahan eks PATB jagung.

Kabupaten Lebak yang merupakan salah satu kabupaten pelaksana kegiatan Tanam Kedelai APBNP 2017, ikut ambil bagian dalam Pencanangan Tanam Serempak Kedelai di 20 Provinsi pada tanggal 6 Oktober 2017. Sedangkan untuk tingkat Provinsi Banten dipusatkan di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang.

Tanam Perdana Kedelai APBNP 2017 di Kabupaten Lebak dipusatkan di Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana, dimana target tanam kedelai di desa tersebut seluas 300 hektar di lahan Perhutani.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada kedelai, yang direncanakan akan swasembada mulai tahun 2018, di antaranya; 1) tahun 2017 melalui APBN-P melaksanakan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 500.000 ha, di 20 Provinsi Indonesia, serta memberikan bantuan subsidi benih kedelai seluas 300.000 ha. 2) Tahun 2018 direncanakan akan dialokasikan Program Pengembangan Kedelai seluas 1.500.000 ha. 3) Dilakukan regulasi tataniaga meliputi, regulasi harga, kadar dan pengendalian impor.

Sasaran produksi kedelai tahun 2018 ditetapkan sebesar 3 juta ton dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,6 juta ton. Swasembada kedelai awalnya ditarget tahun 2019, namun pemerintah berupaya keras agar swasembada bisa dimulai tahun 2018.

Untuk merealisasikan itu, maka pemerintah meminta agar seluruh jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota memaksimalkan lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani, dan lahan perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai

Selain itu, meminta untuk memastikan kesiapan benih kedelai dimasing-masing daerah, atau apabila ada daerah yang belum ada persediaan benih agar segera mengkomunikasikan dan bekerja sama dengan penyedia benih di provinsi lain.

Pengawalan dan pengamanan juga diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota mulai dari persiapan tanam sampai panen, dan memastikan terjadi peningkatan produktivitas dan produksi didaerah masing-masing.

Sinergisme provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengawalan program swasembada kedelai juga diminta untuk dapat ditingkatkan, serta memastikan seluruh stakeholders dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam mendorong peningkatan produksi dan pengamanan melalui pembelian hasil panen dalam negeridengan menggerakkan seluruh potensi yang ada.

Kabupaten Lebak mendapat alokasi tanam kedelai APBNP 2017 seluas 6.500 hektar di 28 kecamatan. Seluas 3.383 hektar direncanakan di tanam di lahan perhutani, dan sisanya seluas 3.117 hektar direncanakan di tanam di lahan bekas tanam bekas tanam jagung dan jenis lainnya seperti lahan sawah yang bera.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PENCANANGAN GERAKAN TANAM KEDELAI APBN-P TAHUN 2017 DI KABUPATEN LEBAK"